Merayakan Hari Batik Nasional di Semesta
PGKG Semesta memperingati Hari Batik Nasional melalui kegiatan praktik tie-dye batik untuk Playgroup dan pembuatan pouch batik untuk Kindergarten.
Untuk memperingati Hari Batik Nasional, PGKG Semesta merayakan salah satu warisan budaya Indonesia yang paling berharga melalui rangkaian kegiatan praktik yang kreatif dan bermakna. Perayaan ini memberi kesempatan bagi para pelajar muda untuk mengenal batik, menjelajahi unsur-unsur seninya, dan mengalami budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan sesuai usia.
Batik telah menjadi bagian penting budaya Indonesia selama bergenerasi. Secara tradisional, batik dibuat dengan menerapkan pola dan desain pada kain menggunakan lilin (malam) dan pewarna. Kata “batik” dikaitkan dengan tradisi Jawa dalam membuat pola dengan melilin kain sebelum diwarnai. Berbagai daerah di Indonesia mengembangkan pola, warna, dan gaya batik yang khas, yang mencerminkan tradisi lokal, lingkungan, dan kisah masyarakatnya.
Di PGKG Semesta, para siswa diperkenalkan pada batik dengan cara yang sesuai usia dan pengalaman belajar mereka. Alih-alih hanya belajar tentang batik melalui gambar atau penjelasan, mereka mendapat kesempatan menjelajahi seni batik melalui kegiatan praktik langsung.
Bagi siswa Playgroup, perayaan berlangsung pada 1 Oktober 2026 untuk PG A dan 2 Oktober 2026 untuk PG B. Kegiatan utama mereka adalah “Making Batik DIY: Tie Dye Batik.” Para siswa menjelajahi teknik tie-dye dengan melipat, mengikat, dan mewarnai kain untuk menciptakan pola dan desain yang unik. Mereka senang bereksperimen dengan warna dan menemukan bagaimana lipatan serta ikatan yang berbeda dapat menghasilkan karya yang berbeda.
Bagi siswa Kindergarten, perayaan Hari Batik dilaksanakan pada 2 Oktober 2026 dengan kegiatan utama “My Little Batik Pouch.” Para siswa membuat pouch mini bernuansa batik menggunakan kain; mereka memotong kain menjadi potongan kecil lalu menempelkannya pada pouch mini dengan lem. Melalui proses ini, mereka dapat menciptakan sesuatu yang unik sekaligus merasakan versi sederhana dari proses membatik.
Kedua kegiatan mendorong siswa belajar melalui eksplorasi, kreativitas, dan pengalaman langsung. Mereka berlatih mengikuti langkah-langkah, menggunakan bahan dengan hati-hati, bereksperimen dengan warna dan pola, serta mengekspresikan ide-ide mereka sendiri. Kegiatan ini juga mendukung perkembangan kemampuan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, konsentrasi, kesabaran, dan kepercayaan diri.
Yang lebih penting, perayaan ini membantu siswa menumbuhkan apresiasi awal terhadap budaya dan warisan Indonesia. Mereka belajar bahwa batik bukan sekadar pola indah pada kain, melainkan bagian bermakna dari identitas budaya Indonesia yang telah dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Perayaan Hari Batik di Semesta menjadi pengingat indah bahwa budaya dapat diperkenalkan sejak usia dini melalui rasa ingin tahu, kreativitas, dan pengalaman yang bermakna.
Dokumentasi
8 foto